Kontribusi Sederhana: Mencari Fokus Pembangunan di Situbondo

by muhammadelsena

Semangat teman-teman Jong Situbondo dalam membangun daerah menginspirasi banyak orang untuk turut berkontribusi membangun daerahnya. Ditengah semakin berkembangnya primacy kota-kota besar yang membuat daerah-daerah semakin miskin dan tertinggal, gerakan teman-teman untuk membangun daerah seakan seperti oasis ditengah gurun. Disadari atau tidak , sekecil apapun kontribusi teman-teman, itu sudah menjadi batu bata untuk pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih makmur dan berkeadilan. Dan disinilah saya dan tulisan saya, semoga bisa menjadi seperti teman-teman Jong Situbondo, peletak salah satu batu bata untuk pembangunan daerah, khususnya Situbondo, dan tentunya Indonesia.

Dalam tulisan ini saya akan mencoba menawarkan sektor-sektor apa saja yang harusnya difokuskan dalam pembangunan di Situbondo. Dengan pembangunan yang berfokus pada sektor-sektor yang bernilai startegis, pembangunan yang opitimal dapat dimungkinkan dengan sumberdaya yang sangat terbatas. Saya mencoba menganalisis sektor-sektor tersebut dengan ilmu yang saya dapat di kampus. Meskipun ilmu saya masih sangat terbatas, tetap saya beranikan diri untuk menulis artikel ini karena terinspirasi oleh gerakan teman-teman Jong Situbondo. Saya selalu percaya bahwa kebermanfaatan suatu ilmu/teknologi tidak diukur dari seberapa rumit/baru ilmu/teknologi tersebut, namun ilmu/teknologi yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat diimplementasikan di masyarakat. Mens et Manus.

SEKTOR UNGGULAN DI SITUBONDO

Agar dapat berkembang, suatu daerah harus melakukan spesialisasi dalam konstelasi perekonomian regional. Spesialisasi tersebut juga harus didukung dengan kapasitas ekspor ke daerah lain. Spesialisasi ini dapat berwujud kegiatan ekonomi internal  yang memiliki keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif di banding daerah lain. Untuk daerah yang sedang berkembang, keunggulan ini biasanya terkategorikan dalam keunggulan komparatif, yaitu keunggulan kuantitas suatu sumberdaya yang dimiliki, seperti contohnya besarnya jumlah sumberdaya alam. Dengan memanfaatkan keunggulan komparatif tersebut, suatu daerah yang termasuk tertinggal pun dapat turut berkembang pesat perekonomiannya di tengah trend industrialisasi yang terpusat di kota-kota besar.

Situbondo dalam konstelasi perekonomian Jawa Timur memiliki posisi strategisnya tersendiri. Beberapa sektor di Situbondo dapat bersaing dengan kabupaten/kota lain meskipun secara umum perekonomian Situbondo termasuk tertinggal. Keunggulan ini sudah disadari oleh masyarakat umum namun belum pernah dibuktikan dalam data dan analisis yang tepat. Jika keunggulan ini dioptimalkan, maka keunggulan ini dapat menjadi mesin pertumbuhan bagi Situbondo. Sektor-sektor unggul ini dapat memberikan banyak multiplier effect positif, mulai dari turut berkembangnya sektor-sektor yang kurang unggul, peningkatan pendapatan per kapita, dan penambahan lapangan kerja. Sektor-sektor unggulan Situbondo yang awalnya hanya unggul secara komparatif, saat dioptimalkan dengan tepat dapat pula berkembang menjadi keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif ini yang nantinya bisa membawa Kabupaten Situbondo ke tingkat interaksi perkonomian Nasional bahkan Internasional.

Untuk mengetahui sektor-sektor apa saja yang unggul di Situbondo maka dapat digunakan analisis LQ dan Shift-share. Analisis LQ dan Shift-share dapat menyajikan sektor-sektor apa saja yang unggul di Situbondo melalui perhitungan matematis. Analisis ini berdasar pada perbandingan PDRB Kabupaten Situbondo dan PDRB Regional, yang pada kasus ini PDRB Provinsi Jawa Timur.

 

lq

Tabel diatas menunjukkan hasil perhitungan LQ sektor-sektor di Situbondo terhadap Jawa Timur yang memiliki nilai LQ > 1. Nilai LQ > 1 artinya sektor tersebut memiliki kapasitas ekspor, paling tidak antar di daerah di Jawa Timur. Semakin besar nilai LQ maka kapasitas ekspor eksisting semakin besar, namun LQ > 1 sudah cukup untuk membuktikan bahwa sektor tersebut memiliki kapasitas ekspor.

Dari banyak sektor, ada dua belas sektor yang menunjukkan nilai LQ > 1. Yang paling tinggi adalah sektor Tanaman Perkebunan. Diindikasikan perkebunan di Situbondo adalah salah yang memiliki nilai startegis di Jawa Timur. Kemudian disusul sektor angkutan jalan raya. Sektor ini sangat besar nilai LQnya diindikasikan karena dalam SItubondo terdapat bagian jalan Pantura yang mana merupakan akses utama menuju Pulau Bali. Sektor unggul ketiga adalah Tanaman Bahan Makanan. Hal ini dapat dimaklumi mengingat luasnya sawah di Situbondo. Yang keempat adalah sektor perikanan. Sudah diketahui oleh masyarakat umum bahwa perikanan di Situbondo memang memiliki keunggulan tertentu di banding daerah lain. Selain itu Situbondo memiliki garis pantai utara yang sangat panjang. Yang kelima adalah sektor angkutan laut. Diindikasikan hal ini menunjukkan peranan besar pelabuhan-pelabuhan d Situbondo untuk masyarakat Jawa Timur. Setelah itu disusul oleh banyak sektor-sektor lain.

Analisis LQ hanya menunjukkan keunggulan suatu sektor melalui kapasitas ekspornya saja. Analisis Shift-share melengkapi analisis untuk mencari potensi sektor unggulan dengan menyajikan seberapa baik kinerja sektor tersebut dibanding dengan kinerja sektor yang sama di Jawa Timur.

Shift share

Proportional Shift (Garis X) menunjukkan kinerja Sektor i di Provinsi Jawa Timur terhadap perkenomian Jawa Timur. Differential Shift (Garis Y) menunjukkan kinerja Sektor i di Kabupaten Situbondo terhadap kinerja sektor yang sama di Provinsi Jawa Timur. Saat proportional shift bernilai negatif artinya sektor i di Jawa Timur berkinerja kurang baik dalam rentang waktu tertentu dibanding kinerja perkenomian Jawa Timur secara umum, sebaliknya jika nilainya positif maka kinerjanya relatif baik. Saat differential shift dibandingkan dengan proportional shift, maka dapat dilihat sebaik apa kinerja sektor i di Kabupaten Situbondo terhadap perkonomian Jawa Timur dalam rentang waktu 2010 hingga 2013.

Dari lima sektor dengan nilai LQ teratas, dapat dilihat bahwa sektor Tanaman Perkebunan, Tanaman Bahan Makanan, dan Perikanan memiliki kinerja yang relatif baik. Hal ini terlihat dari proportional shift sektor-sektor ini bernilai negatif namun diimbangi dengan nilai differential shift yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa meskipun sektor Tanaman Perkebunan, Tanaman Bahan Makanan, dan Perikanan berkinerja kurang baik di Jawa Timur, namun sektor-sektor tersebut justru berkinerja leih baik di Situbondo yang artinya sektor sektor Tanaman Perkebunan, Tanaman Bahan Makanan, dan Perikanan memiliki keunggulan internal.

SITUBONDO DALAM SISTEM AGROPOLITAN IJEN

Mengetahui sektor-sektor apa saja yang unggul di Situbondo belum cukup menjadi dasar fokus pembangunan di Situbondo. Harus dianalisis juga posisi Kabupaten Situbondo dalam perencanaan pembangunan yang lebih besar. Dengan mensinergikan pembangunan lokal dengan pembanungan regional maka dampak positif yang dihasilkan jauh lebih besar. Sinergi pembangunan memungkinkan adanya sinergi penggunaan sumberdaya. Misalnya jika ternyata Kabupaten Situbondo memiliki keterbatasan pendanaan untuk membangun potensi unggul, mensinkronkan pembangunan Situbondo dengan pembangunan Jawa Timur memungkinkan adanya aliran dana dan sumberdaya lain dari pemerintah provinsi ke wilayah kabupaten, begitu pula sebaliknya.

Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2031 adalah manifestasi perencanaan pembangunan di Jawa Timur dalam penataan ruang. Dalam kebijakan ini telah dirumuskan berbagai rencana pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di Jawa Timur, salah satunya dengan penentuan kawasan startegis provinsi. Salah satu kawasan startegis provinsi yang ditetapkan adalah Sistem Agropolitan Ijen dimana Kabupaten Situbondo termasuk di dalamnya.

Dalam Sistem Agropolitan Ijen, kabupaten situbondo di posisikan sebagai Penghasil/Pengumpul Bahan Baku untuk sektor Perkebunan dan Perikanan. Selain itu, ada kemungkinan pengembangan industri pengalengan ikan dan industri makanan berbahan ikan. Rencana ini bisa menjadi potensi bagi Situbondo untuk mensinergikan pembangunan dengan provinsi Jawa Timur.

KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa Tanaman Perkebunan dan Perikanan adalah sektor unggulan yang pembangunannya sinergis dengan rencana pembangunan Jawa Timur. Sektor ini tidak hanya dapat menjadi mesin perkembangan Kabupaten Situbondo, namun juga pengembangannya di dukung oleh pemerintah Jawa Timur. Sehingga sektor Tanaman Perkebunan dan Perikanan adalah fokus penting untuk pembangunan di Situbondo.

 

Saya sadari tulisan saya ini masih banyak kekurangan, terutama dari aspek validitas akademik. Namun teman-teman Jong Situbondo beranggapan bahwa jawaban dari suatu keraguan adalah melangkah. Dan semoga apa yang saya tuliskan adalah salah satu langkah untuk membangun Situbondo. Mens et Manus