Apakah Setiap Manusia Terlahir dengan Setan dalam Dirinya?

by muhammadelsena

Saya bukan seorang ulama, bukan seorang santri, bukan seorang aktivis masjid, bahkan sampai sekarang saya masih sering lalai untuk sholat wajib yang lima. Sebagai seorang yang terlahir dan besar di keluarga muslim yang kemudian bersekolah di SD beroirentasi islam saya selalu diajarkan bahwa musuh manusia yang utama dan sebenarnya adalah setan. Dan saya yang masih kecil dengan imajinasinya bertanya-tanya dan membayangkan, setan itu seperti apa? bagaimana bentuknya? Pertanyaan ini telah lama tak terjawab dan si setan belum juga terbayangkan wujudnya. Dosa demi dosa telah saya perbuat. Penyesalan setelah kesenangan banyak saya rasakan. Saya kalah telak melawan setan. Bahkan di bulan Suci Ramadhan yang katanya semua setan di kekang(?). Dalam kekalahan pertanyaan itu mucul lagi, setan itu seperti apa? bagaimana bentuknya? Bagaimana saya bisa menang dari musuh jika bahkan saya tidak tau seperti apa musuh saya itu? Sampai akhirnya saya membaca suatu Hadist;

Diriwayatkan Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu diceritakan :

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangi Malaikat Jibril ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang bermain dengan beberapa anak. Jibril kemudian menangkapnya, menelentangkannya, lalu Jibril membelah dada. Jibril mengeluarkan hatinya, dan mengeluarkan dari hati beliau segumpal darah beku sambil mengatakan “Ini adalah bagian setan darimu”. Jibril kemudian mencucinya dalam wadah yang terbuat dari emas dengan air zam-zam, lalu ditumpuk, kemudian dikembalikan ke tempatnya. Sementara teman-temannya menjumpai ibunya (maksudnya orang yang menyusuinya) dengan berlari-lari sembari mengatakan: “Sesungguhnya Muhammad telah dibunuh”. Kemudian mereka bersama-bersama menjumpainya, sedangkan dia dalam keadaan berubah rona kulitnya (pucat). Anas mengatakan: “Saya pernah diperlihatkan bekas jahitan di dadanya”.

Nabi Muhammad SAW pernah memiliki bagian setan dalam dirinya? Bahkan seorang Nabi Muhammad pernah memiliki bagian setan, yaitu bagian yang di laknat Allah, meski pada akhirnya atas kehendak Allah “bagian setan” itu dihapuskan? Jika teladan terbaik manusia saja pernah memiliki bagian setan dalam dirinya dan perlu mukjizat untuk menghapusnya, bagaimana dengan manusia biasa seperti saya?

Setelah membaca hadist tersebut saya menyimpulkan bahwa setiap manusia memiliki setan dalam dirinya. Bagian setan akan selalu ada dan mungkin hanya bisa hilang saat kita memasuki alam selanjutnya. Bagian setan tersebut seringkali menang dari bagian yang bukan setan. Sehingga musuh yang paling dekat adalah diri sendiri. Dan saat bagian itu sudah menang dalam diri sendiri, bagian itu bisa menjadi setan bagi manusia lain. Yang artinya manusia itu sendiri bisa jadi adalah setan.  Sebagian manusia adalah setan, diwaktu tertentu. Mungkin analisis dan kesimpulan saya ini ngaco dan tidak berdasar namun untuk sementara saya biarkan imajinasi saya seperti ini.

Sebagai penutup agar tidak terlalu tersesat, saya baca Surat An-Naas.

Al-Quran surat An-Naas

  1. Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
  2. Raja manusia,
  3. Sembahan manusia,
  4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
  5. yang mebisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
  6. dari (golongan) jin dan manusia.”