Such A Kind Of Bullshit

by muhammadelsena

Kau tau apa? Adalah omong kosong saat kita berbicara kaderisasi. Adalah omong kosong saat kita berbicara untuk memberikan bekal dan nilai kepada calon-calon anggota. Adalah omong kosong saat kita bergumam, mereka harusnya begini mereka harusnya begitu. Dan kau tau apa yang paling membuatku takut? Adalah aku yang memegang amanah untuk melanjutkan fase “omong kosong” ini.

Kau tau, aku bergidik karena memegang amanah ini. Entah adalah setan atau justru diriku sendiri yang membisikkan keraguan. Aku tidak tau apakah aku sanggup, aku ragu! Aku merasa aku lah omong kosong. Aku bahkan merasa belum pantas untuk disebut pengkader. Sebenarnya, apa yang telah aku perbuat sehingga aku pantas disebut pengkader? Apa jasaku bagi kampus ini sehingga aku pantas untuk mengajari mana yang benar dan mana yang salah? Apa jasaku bagi bangsa ini  hingga aku pantas untuk mendidik generasi selanjutnya? TIDAK ADA!

Ya, meski aku masih berbalut malu akan kelalaianku selama lebih dua tahun di kampus Ganesha, mungkin ini kesempatanku. Meski dalam keraguan, aku yakin ini kesempatanku! Tuhan telah membuka kesempatan bagiku! Kesempatan untuk membuktikan ikrarku sebagai warga Pangriptaloka; Yang Kebenaran Adalah Tujuan, Yang Kesia-sian Adalah Pantangan, Yang Air Mata Negerinya Adalah Kegelisahan.