Mahasiswa Paket A

by muhammadelsena

Semester baru artinya mata kuliah baru. Disana-sini teman-teman ramai memilih kuliah apa yang akan dijalani selama satu semester. Banyak pertimbangan yang dipikirkan saat memilih mata kuliah. Kriteria-kriteria yang paling umum dipertimbangkan adalah yang berhubungan dengan syarat kelulusan. Namun dari sekian banyak kriteria memilih mata kuliah, ada satu alasan yang umum diperbincangkan oleh teman-teman mahasiswa namun membuat saya terganggu, yaitu mereka memilih suatu mata kuliah karena kepastian untuk mendapat nilai A.

Kecondongan untuk memilih mata kuliah (atau Dosen) yang menjanjikan nilai bagus bagi saya adalah hal yang aneh. Jika saya berfikir positif, orang mengambil mata kuliah paket A dikarena IPK-nya memang sedang terancam, sehingga untuk menghindari hal yang tak diinginkan dia perlu memastikan bahwa dirinya mendapat nilai bagus. Namun fakta yang saya dapati ternyata juga banyak teman mahasiswa yang doyan mengambil mata kuliah paket A namun ternyata IPK-nya tidak bisa dikatakan buruk, katakanlah bahwa dia jauh dari ancaman DO. Terutama untuk mahasiswa level Institut Terbaik Bangsa. Fakta ini membuat saya berfikir, apa benar yang seharusnya dikejar di kuliah adalah nilai bagus belaka?

Kuliah tak hanya tentang nilai, bahkan kesempatan nilai A adalah faktor yang seharusnya bisa diabaikan. Kuliah seharusnya adalah tentang pengetahuan. Kita memilih kuliah karena kita tau ilmu yang  didapat di mata kuliah tersebut bisa bermanfaat nantinya. Buat apa kita menghabiskan waktu selama berjam-jam di kelas jika orientasinya bukan untuk menimba ilmu? Benarkah hanya dengan IPK bagus kita bisa hidup bermanfaat di masa depan? Apakah IPK satu-satunya indikator keberhasilan mahasiswa?