Definisi

by muhammadelsena

Sedikit miris melihat beberapa mahasiswa yang bahkan mendifinisikan saja belum bisa. Padahal tanpa mendefinisikan terlebih dahulu, suatu kajian bisa kacau tak berarah. Orang mengatakan definisi menjadi batasan-batasan dan menjelaskan atribut utama hal yang sedang dibahas. Bagi saya, mendefinisikan merupakan kesepakatan awal akan hal-hal apa yang nantinya boleh terbawa dalam suatu bahasan atau kajian. Akan saya jelaskan dalam tulisan ini cara dan prinsip-prinsip mendefinisikan sesuatu, terutama mengacu pada buku Madilog-nya Tan Malaka. Dalam bukunya tersebut, Tan Malaka menyebutkan bahwa definisi adalah mark of the thing, refer to all things.

Yang terpenting dalam pendefinisian adalah definisi tersebut menyatakan essential attributes dari suatu hal. Essential attributes dapat diartikan sifat-sifat utama yang membedakan hal yang didefinisikan terhadap hal lain yang masih dalam satu kelompok. Cara mudah untuk mendefinisikan adalah :
1. Nyatakan hal yang akan didefinisikan kedalam kelompok yang lebih umum
2. Nyatakan perbeda antara hal yang didefinisikan dengan hal lain yang ada dalam kelompok umum tersebut
Misal, kita akan mendefinisikan manusia:
1. Manusia adalah hewan (Menyatakan bahwa manusia masuk dalam kelompok hewan)
2. Manusia memiliki akal (Menyatakan perbedaan manusia dengan hewan-hewan lain)
Sehingga definisi manusia adalah hewan yang memiliki akal.

Dalam definisi ada prinsip-prinsip yang harus ditaati agar definisi tersebut tidak membingungkan :
1. Definisi sebisa-bisanya singkat, tetapi jangan terlalu luas atau terlalu sempit. Meskipun diusahakan sesingkat-singkatnya, essential attributes tetap harus dinaytakan dalam definisi.
2. Definisi tidak boleh berputar-putar. Salah satu tanda bahwa definisi berputar-putar adalah mendefinisikan dengan sinonim katanya atau kata lain yan berarti mirip.
3. Definisi harus dalam bahasa yang umum. Maksutnya definisi tersebut sebisa mungkin dapat dimengerti segala lapisan masyarakat.
4. Definisi tidaak boleh memakai metafor, ibarat, kata figuratif, penggambaran. Intinya definisi harus lugas dan jelas.
5. Definisi tidak boleh dinyatakan dengan kalimat negatif.

Dalam dunia akademik, definisi adalah hal fundamental yang harus dibahas. Ketidaksepakatan definisi menyebabkan pembahasan menjadi kacau dan tidak memiliki ujung yang jelas. Maka dari itu pendefinisian menjadi hal yang harusnya setiap mahasiswa pahami.