Mandek Karya

by muhammadelsena

Sebuah postingan di grup FB HMP membuat saya terhenyak, sedih, dan terutama malu. Postingan dari mantan Kahim HMP dari angkatan 2007 tersebut mengungkapkan fakta jika di PIMNAS tahun ini hanya 3 tim ITB yang lolos! Tentu fakta mengejutkan dan miris dari kampus yang katanya terbaik bangsa.  Dibandingkan dengan kampus-kampus besar lain, dan kampus-kampus yang belum besar, tentu jumlah “TIGA” adalah angka yang memalukan! Semandek itukah pengembangan karakter berinovasi di kampus Ganesha?

Saya sebagai kader himpunan, yang katanya merupakan basis kaderisasi di ITB, merasa sangat malu dengan kondisi ini. Sudah lebih dari dua tahun saya berstatus mahasiswa ITB dan lebih dari setahun saya berstatus massa himpunan namun hingga detik ini saya belum berhasil membuahkan karya-karya nyata untuk masyarakat! Saya menyadari bahwa kondisi ini berakar sistematik, namun saya merasa tidak pantas untuk menyalahkan sistem! Menjadi pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang, benarkah kehidupan mahasiswa yang saya jalani adalah kehidupan mahasiswa yang sebenar-benarnya? Benarkah seorang mahasiswa seperti saya pantas disebut sarjana dan intelektual suatu saat nanti?

Sebenarnya dalam hati selalu ada keraguan untuk berkarya, terutama saya selalu beralasan bahwa keilmuan saya belum lengkap, saya belum tau apa-apa, dan terutama jurusan saya bukan jurusan dengan produk fisik. Namun setelah saya renungkan sebenarnya ini hanya masalah keberanian! Saya ingat pesan seseorang, “anak muda harus berfikir sebelum bertindak, namun anak muda juga jangan terlalu banyak berfikir!”. Mungkin saya telah menjelma menjadi seorang anak muda yang merenta otaknya dengan pikiran yang penuh paradoks, yang mengakibatkan saya menjadi pemuda tanpa aksi. Mengenaskan!

Seorang lelaki tidak takut mengakui kesalahannya dan tidak ragu untuk merubahnya! Meskipun tidak lewat PIMNAS, atau tidak dalam lomba-lomba lain, namun karya untuk bangsa dan Islam tidak boleh mandek! Suatua kewajiban bagi saya sebagai putra Ganesha dan pemuda Islam untuk terus beraksi dan berkarya bagi masyarakat.

Do’akan saya kawan!

Warga Pangriptaloka…
Yang kebenaran adalah tujuan!
Yang kesia-siaan adalah pantangan!
Dan air mata negerinya adalah kegelisahan!