Pasar Teknik Arjuna Jaya, Bandung

by muhammadelsena

Photobucket

Ceritanya anak-anak TPB 2011 sedang sibuk dengan tugas RBL alias Research Based Larning. RBL merupakan bagian dari mata kuliah Fisika Dasar yang menurut saya lumayan horor. Di semester 2 ini kami mendapatkan tema RBL “pengereman berbasis magnet”. Saya tidak akan bercerita tentang apa itu RBL pada posting kali ini, tapi saya akan bercerita tentang tempat unik dimana saya mencari bahan-bahan untuk RBL.

Saat itu kami sedang digempur oleh tugas-tugas dan ujian, sementara RBL kelompok kami belum terurus sedikitpun. Ada dua benda penting dari RBL tersebut yang perlu kami dapatkan, yaitu magnet dan alumunium sebagai lintasan. Tentu saja itu bukan benda-benda yang mudah didapatkan di sekitar ITB. Akhirnya dengan kepercayaan bisa mendapatkan apa saja di Bandung dan bertanya sana-sini keluarlah satu nama tempat di sekitar daerah Jatayu, yaitu Pasar Teknik. Namanya unik menurut saya. Sempat terfikir jangan-jangan pasar teknik adalah tempat dimana orang-orang ITB melakukan jual beli. Ternyata dugaan ngaco bin spekulatif saya salah, melihat kenyataan bahwa hanya sedikit mahasiswa ITB yang tau keberadaan pasar ini.

Singkat cerita akhirnya dengan menaiki angkot berwarna biru muda melalui gerbang depan kami sampai di jalan Arjuna. Jalan berukuran sedang ini sangat dekat sekali dengan bandara Hussein. Di kanan kiri jalan Arjuna terdapat kios-kios las, bubut, suku cadang, perkakas-perkakas metal dan semacamnya namun ini belum masuk pasar teknik. Dengan berjalan kaki menyusuri jalan Arjuna akhirnya kami sampai di sebuah pertigaan. Terlihat dari pertigaan itu suatu komplek yang didalamnya sangat sibuk dengan kegiatan manusia seperti halnya pasar pada biasanya. Yang membedakan pasar teknik dan pasar pada umumnya adalah benda yang diperdagangkan. Tawar menawar terjadi bukan karena hendak membeli beras atau rempah-rempah, namun yang sedang ditransaksikan bisa saja seenggok metal atau bahkan sebuah mesin dengan berat lebih dari 1 ton.

Photobucket
Photobucket

Kesan awal saya saat pertama kali memasuki pasar teknik adalah kagum. Rasanya seperti memasuki dunia dalam game-game yang sering saya mainkan. Dipasar teknik kami menemukan banyak mesin, perkakas berat, metal batangan, bagian-bagian mobil dan berbagai benda-benda teknik lainnya. Bahkan roda bekas sepatu roda ada kios khususnya disini. Benda-benda tersebut digantung disepanjang dinding dan jalan, ditata didepan kios, atau bahkan digelatakkan saja disembarang tempat. Lorong-lorong pasar yang sempit terasa semakin sempit karena barang-barang metal tersebut seakan meluap dari kiosnya.

Photobucket
Photobucket
Photobucket

Akhirnya dengan sedikit pencarian kami mendapatkan sebuah magnet sekepalan tangan dan sepasang alumunium batangan seharga 78ribu. Meski pada akhirnya magnet yang kami beli tidak jadi kami gunakan (sedihnya).